Terkadang mengabadikan itu lebih baik daripada mengubur dalam-dalam.
- Herotomo Fazry.

Ketik-Ketik Aja Soal Cinta










Pacaran, hal yang paling bikin bahagia saat kita mempunyai seseorang yang begitu peduli dan selalu ada disaat kita sedih.
Jawaban dari beberapa orang yang gue survey tentang mengapa memilih untuk "PACARAN" dan mengapa kebanyakan dari mereka itu "GAGAL"?

Ada dua hal yang gue ambil sebagai kesimpulan, kenapa kita sering sekali gagal karena cinta dan munculnya kata "MOVE ON".

Pacaran, gue jadi inget waktu pertama kalinya pacaran sama temen satu sekolah dan bakal gue uraikan kenapa dalam percintaan harus terdapat kata "MOVE ON".

Pertama, berawal dari anak sekolah yang menikmati dunianya sendiri yang tidak mengerti apa-apa soal CINTA dan mungkin gak pernah tau apa rasanya CINTA. Yang Ia tau, cuma games, dan segala hal yang Ia nikmati bersama teman-temannya. Dan tiba-tiba CInta itu pun datang sendiri tanpa permisi dan tujuan untuk apa dia datang. Saat SMA, gue mulai berpikiran untuk mencoba untuk PACARAN yang pernah gue liat di layar televisi. Rasa suka bisa datang kapanpun yang mereka inginkan, dan itu datang kepada seorang gadis sekelas. Entah apa tujuan rasa suka itu datang, gue hanya merasa senang kalo lagi deket sama dia. Karena dia baik, ya. Hanya itu yang bisa gue lihat, dan bagi gue rasa suka itu cuma main-main.

Nembak seseorang?

Bahkan gue pun gak ngerti kenapa harus nembak dia, saran dari temen deket gue disana. "Gue baru aja jadian lho sama si A, nah tinggal lo nih. Lo lagi suka kan sama si B"?. Hasutannya pun malah bikin gue penasaran, emang gue gak pernah ngelakuin hal itu secara langsung. Dan gue pikir hal seperti itu gak perlu, cukup suka aja dan jalani ini bersama-sama. Karena gue pikir ini bakalan jadi biasa aja, malah kebalikannya. Gue gatau apa yang terjadi di diri gue, sampe susah ngeluarin kata-kata yang disaranin temen gue.

"Gue suka sama lo, lo mau gak jadi pacar gue?"

Dan hasilnya, status gue pun BERPACARAN. Gue gak tau apa-apa soal pacaran, pegangan tangan aja gak pernah gue lakuin. Dan gue pun berani ngelakuin hal yang kaya gini, entah apa yang gue pikirin. Ya, cuma main-main.

Hal pertama yang gue rasain, emang seneng sih bahagia. Tetapi yang bisa gue lakuin hanya berbuat seenaknya, sesuka hati gue tanpa memikirkan perasaan seseorang yang peduli sama gue. Mungkin karena gak tau apa-apa cuma itu yang bisa dilakuin, selayaknya dengan dunia gue sendiri bebas ngelakuin apapun yang gue mau. Dia sering nangis karena gue, diantara kita gak ada yang mau kalah, masih egois dan memikirkan diri sendiri. Tapi dia masih peduli sama gue, jadi ini CINTA? Mengorbankan segala hal untuk membuat pasangan kita seneng?

Gimana kalo kita tak dibalas dengan apa yang udah kita korbankan?

Dan ini adalah hal yang kedua, dalam berpacaran kita menjadi fokus hanya satu tujuan yaitu pasangan kita. Setiap orang pasti punya mimpi, dan karena CINTA mereka akan melupakan mimpi-mimpi itu bahkan melupakan cita-cita, pelajaran, nilai, bahkan lebih parah. Pandangan gue waktu itu, pacaran cuma main-main dan hanya untuk kesenangan diri gue sendiri. Gak sedikitpun mikirin perasaan dia, dan gue pun perhatian karena memang itu seharusnya yang dilakukan orang PACARAN dalam drama tv. Dan dia tetap bertahan untuk membuat gue mengerti apa itu CINTA, gak tau apa yang dia pikirkan. Gue tetep masa bodoh.

Dan ketika salah satunya mulai jenuh dan tak bisa meneruskan?

Pertama kalinya gue merasakan kehilangan seseorang yang dulu begitu peduli dengan hal-hal sepele, seseorang yang juga sering ngomel dan menganggu hobi kita.

Buat apa pacaran, jika kita tidak mengerti apa itu CINTA. Buat apa pacaran, jika satu sama lain saling mementingkan ego. Buat apa pacaran, jika kita masih ingin sendiri menikmati dunia kita. Buat apa pacaran, jika tak punya rasa apapun kepada pasangan.

Disini gue belajar suatu hal, CINTA gak bisa didasari dengan rasa suka, CINTA bukan mainan anak-anak smp yang dengan mudahnya jatuh cinta, CINTA bukan alat pelampiasan untuk kita berlabuh sejenak. CINTA itu bukan PACARAN, yang hanya digunakan untuk status.

Memang awal merasakan CINTA benar-benar beda, kita merasa diperhatikan, kita merasa diutamakan. Tapi jika tak bisa menyeimbangkannya, percuma saja. Perlahan, setiap tangis, kecewa, amarah, dan cemburu. Itu pelajaran yang gue dapat darinya.

Mengharapkan dia kembali?

Nggak, gue hanya berharap semoga dia mendapatkan yang lebih baik untuk hidupnya kelak. Jika gue paksakan untuk terus sama gue, diantara kita gak bakal ada yang berubah dan semakin mengerti untuk apa kita merasakan CINTA dan apa tujuan CINTA itu datang.

Itulah sebab nya kenapa ada kata MOVE ON dibalik CINTA.

Satu-satunya langkah dalam kegagalan percintaan, bukan sebagai musibah atau bencana. Tetapi sebagai pijakan awal pembelajaran untuk kita agar bisa lebih menghargai dan mencintai segala hal walaupun itu sepele. Karena MOVE ON, kita bisa lebih fokus untuk mencapai impian kita dan mungkin mudah membuat kita menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Sampai CINTA itu datang kembali, kita siap untuk memulai dan mengakhirinya dengan sebuah cerita indah bersama sampai ajal menjemput.

FIN

Sekian dari tulisan iseng-iseng gue haha, yah semoga bagus dibaca dan membuat kalian sadar apa tujuan kalian merasakan CINTA.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik dan dapat dicerna oleh akal sehat, jika berkomentar yang buruk berarti akalmu tak sehat.